Ban Run Flat: Solusi Bagi Kondisi Darurat Ban Bocor

Ban Run Flat: Solusi Bagi Kondisi Darurat Ban Bocor

10Jul
INTERSPORT.ID ON 10 July 2018
INTERSPORT.ID ON 10 Jul 2018

Ban dengan teknologi run flat sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan tahun 1980-an, namun sekarang ini, teknologi tersebut menjadi lebih populer lagi. Beberapa produsen mobil membuat teknologi run flat pada ban sebagai teknologi standar yang dipasangkan pada kendaraan baru. Hal tersebut mempengaruhi keingintahuan pembeli terhadap teknologi run flat yang dipasangkan pada ben mobilnya mengenai keuntungan-keuntungannya dan bagaimana teknologi ban run flat bisa mempengaruhi kondisi berkendara.

Apa itu teknologi ban run flat?

Teknologi run flat yang dipasangkan pada mobil memungkinkan mobil tetap bisa dikendarai dan dikemudikan setelah  ban mengalami kebocoran. Hal ini bisa membuat pengendara mendapat waktu untuk menemukan bengkel atau tempat yang aman untuk mengganti ban.

Meski begitu, saat ban sudah bocor, bukan berarti kendaraan bisa dikendarai terus menerus tanpa batasan. Untuk mengetahui seberapa cepat dan seberapa jauh bisa berkendara dengan ban run flat ini, harus dilakukan pengecekan terhadap spesifikasi dari produsen ban tersebut. Misalnya, ban run flat buatan Bridgestone ini bisa menempuh jarak sekitar 80 km dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam ketika ban mengalami kehilangan beberapa atau semua tekanannya.

Bagaimana ban run flat bekerja?

Ada dua tipe utama dari sistem kerja ban run flat yaitu sistem self-supporting dan juga sistem support ring.

Ban Run Flat: Solusi Bagi Kondisi Darurat Ban Bocor

Image source: http://openroadautogroup.com/

Pada sebagian besar sistem self-supporting pada ban run flat, ban memiliki konstruksi dinding samping yang lebih kuat yang akan menopang kendaraan jika terjadi kehilangan udara pada ban. Konstruksi ini memungkinkan kendaraan bisa berjalan setelah ban kehilangan tekanan udara hingga kecepatan dan jarak yang sudah ditentukan oleh produsennya

Ban Run Flat: Solusi Bagi Kondisi Darurat Ban Bocor

Image source: https://motor1.com/

Sedangkan pada sistem support ring, terdapat cincin dari bahan karet yang melingkari bagian tengah mobil. Intinya, ada struktur yang cukup kuat yang bisa menopang beban kendaraan saat ban kehilangan udara.

Namun, meski kendaraan bisa terus dikendarai dalam kondisi ban yang datang, semua ban run flat, terlepas dari jenis sistem yang digunakan, hanya bisa digunakan jika kendaraan dilengkapi dengan Tire Pressure Monitoring System aau TPMS. TPMS memberikan peringatan segera jika salah satu tekanan ban berkurang. Tanpa TPMS, pengemudi bisa saja tidak menyadari bahwa sedang berkendara dengan kendaraan yang bannya kempes.

Keuntungan dari ban run flat

Menggunakan ban run flat memiliki beberapa keuntungan misalnya adalah tidak perlu segera mengganti ban pada situasi yang darurat. Hal ini adalah keuntungan utama dari ban run flat dan salah satu alasan mengapa ban run flat didesain. Dengan ban biasa, maka jika ban mengalami kebocoran, pilihannya adalah ban harus segera diganti ketika kempes dilokasi ban kempes atau mobil perlu diderek menuju ke bengkel.

Ban Run Flat: Solusi Bagi Kondisi Darurat Ban Bocor

Image source: https://carwad.net/

Selain itu, pada kondisi ban bocor, ban run flat lebih stabil dibandingkan ban biasa. Ban run flat memang sengaja dibuat untuk menopang kendaraan meskipun tidak berisi udara sekalipun. Roda run flat akan membantu untuk mendapatkan kontrol kendaraan yang lebih baik pada kondisi udara ban sudah benar-benar habis dibandingkan dengan ban konvensional.

Semakin lama, pengguna kendaraan mulai mengutamakan keselamatan dalam pemilihian kendaraan yang akan digunakan. Dengan hal tersebut, maka ban run flat semakin populer dan terus berkembang. Karena sistemnya bekerja sama dengan baik bersama teknologi TPMS, maka pemasangan ban run flat sebentar lagi akan menjadi keharusan dalam sebuah mobil baru, bukan lagi menjadi suatu pelengkap saja.

Cover image source: https://carwad.net/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN