Ban Cepat Botak Bukan dari Kompon, Tapi Dari Kebiasaan Juga
06
Dec
0 Comment Share Likes 159 View

Ban memiliki peranan penting dalam sebuah kendaraan. Tanpa adanya ban, kendaraan sudah dipastikan tidak akan bisa berjalan. Maka dari itu, sudah seharusnya para pemilik kendaraan ini merawat ban dengan sangat baik dan teliti. Merawat ban bukan sekadar asal-asalan aja, bro tapi ada fungsi lain. Salah satunya menjaga supaya ban biar nggak cepat botak.

Kebotakan yang terjadi pada ban biasanya dianggap dari faktor kualitas ban yang kurang baik. Tapi, sebenernya nggak begitu juga. Kebiasaan yang ada dari si pengemudi atau pemilik kendaraan juga bisa membuat ban cepat botak. Nggak percaya? Coba dulu deh di cek beberapa faktor manusia yang bisa ngebuat ban cepat botak.

Yang pertama itu adalah tekanan angin pada ban kurang. Faktor ini menjadi salah satu penentu yang dapat membuat ban cepat botak. Menurut Instruktur Sentul Driving Course (SDC) Rudy Novianto hal yang harus diteliti pertama adalah tekanan angin pada ban. Khususnya pada ban yang kurang tekanan anginnya akan membuat area pijak ke jalanan lebih luas, ini membuat keausan ban akan lebih cepat.

"Pertama yang paling berpengaruh banget itu adalah tekanan angin, apalagi kalau tekanan anginnya tidak dijaga atau kurang, bisa hancur bannya malah, makanya biasakan cek tekanan angin secara rutin, jaga agar terus sesuai rekomendasi pabrikan," ujar Rudy.

Halaman selanjutnya

Kelebihan muatan atau bobot menjadi faktor kedua yang bisa membuat ban jadi cepat botak. Dengan bertambahnya beban pada kendaraan, secara tidak sadar membuat ban lebih tertekan pada permukaan jalan. Hal ini sama halnya ketika tekanan angin ban yang kurang, sehingga area ban yang berpijak lebih luas. 

"Ini yang kadang dilupakan oleh orang banyak, barang yang enggak penting akhirnya nambah bobot. Mungkin sederhana, tapi bobot itu bila diakumulasikan dengan waktu perjalanan lama kelamaan akan makan ban tetapi dampaknya tidak instan,"  katanya.

Faktor ketiga yang bisa jadi penentu ban cepat botak adalah perilaku pengereman. Terkadang pengemudi melakukan pengereman mendadak atau cenderung menunda pengereman hingga mendekati titik berhenti. Perilaku ini menurut Rudy akan memperbesar gaya gesek permukaan ban ke aspal sehingga mempercepat kebotakan ban.

"Kemudian dari perilaku pengereman kejut yang mendekati berhenti sehingga gesekan ban semakin banyak, itu mempercepat keausan tapak ban," sambung Rudy. Faktor terakhir yang bisa membuat ban menjadi cepat botak adalah kaki-kaki yang tidak presisi.

Kondisi kaki-kaki yang sudah tidak baik pun juga membuat alur ban lebih cepat termakan. Terlebih bagi pemilik mobil yang jarang atau telat melakukan spooring atau balancing, keselarasan ban terganggu kemudian membuat keasuan ban tidak merata dan cenderung pada satu area saja. 

"Masalah kaki kaki juga sangat berpengaruh terhadap alignment (penjajaran) ban, bagaimana dia berdiri, kalau miring (toe in/toe out) segala macem kemungkinan terkikisnya akan sangat cepat," tutupnya. Jadi, mulai sekarang stop deh yang namanya bilang kalau setiap ban itu punya kualitas yang jelek. Memang ada benarnya, tetapi lebih baik faktor pembuat ban cepat botak adalah dari diri sendiri dulu, pria Intersport.

1 2
SAMPAIKAN KOMENTAR