Apa Sih Water Injection Itu?
11
Sep
0 Comment Share Likes 169 View

Seiring perkembangan zaman, invasi teknologi di bidang otomotif pun semakin beragam dan canggih. Bahkan ada beberapa teknologi otomotif yang merupakan hasil adaptasi dari militer semisal pesawat tempur.

Langsung saja, salah satu contohnya adalah water injection. Teknologi yang kini ada di mobil sport ini bukanlah sesuatu yang baru lagi. Teknologi water injection sendiri sudah eksis sejak 1920an. Hmm, teknologi jadul banget ini, sih.. hampir seabad usianya!

Water injection merupakan salah satu inovasi dari sekian banyak teknologi yang awalnya berkembang dari keperluan militer atau bahkan kepentingan jelajah luar angkasa. Sebelumnya, teknologi ini pun telah diaplikasikan untuk kepentingan umum juga, sih.

Teknologi water injection semakin naik daun ketika masa Perang Dunia II. Kala itu, pesawat tempur menggunakannya untuk meningkatkan tenaga mesin dalam waktu yang sangat singkat. Seperti misalnya pada saat take-off atau pertempuran jarak dekat (dogfights).

Nah, sudah kebayang kan fungsi awal dari water injection ini? Yuk, lanjut!

Dalam dunia otomotif mobil, water injection kemudian diterapkan dalam keperluan motorsport terutama dalam ajang balap drag atau reli. Tapi kini ternyata water injection bukan cuma untuk balapan saja. Teknologi water injection pun digunakan untuk mobil produksi massal (production car). Mobil-mobil ini dilengkapi sistem forced induction yang memang mendapat manfaat yang signifikan dari water injection.

Nah, mobil yang sudah disematkan teknologi water injection tersebut adalah BMW M4 GTS dengan mesin 3.0 L twin turbo. Mobil ini diklaim mampu memuntahkan daya besar hingga 493 hp. Tenaga tersebut jelas berbeda dengan model M4 normal bermesin sama yang hanya mampu hasilkan daya sebesar 425 hp saja.

Loh, bisa dongkrak tenaga mesin secara signifikan, ya? Memang seperti apa sih cara kerjanya?

Tanpa berlama-lama, yuk kita simak ulasan cara kerja water injection ini.

Cara Kerja Water Injection

Seperti namanya, water injection tentu menggunakan material air saat bekerjanya. Namun membayangkan air dalam sistem pembakaran, jelas sesuatu yang agak menyeramkan, loh.

Bagaimana bisa?

Ya, bisa, lah. Bayangkan saja kalau mobil kebanjiran dan kemasukan air melalui intake menuju ruang pembakaran. Akibatnya tentu saja terjadi hydrolock. Efeknya bukan main-main, tentu akan merusak daleman mesin, bahkan bisa hancur loh Mas Bro.

Tapi tenang, water injection punya cara kerja lain meskipun pakai air. Water injection itu cara kerjanya adalah dengan menyuntikkan air ke dalam ruang pembakaran mesin.

Proses penyuntikan air ini tidak akan membahayakan. Intensitas air yang digunakan pada water injection sangat kecil. Dengan begitu pergerakan piston tidak akan terpengaruh dengan keberadaan air tersebut. Menariknya lagi, air yang disuntikkan tadi tidak berupa air seutuhnya. Nah, bingung, kan? Water injection menyuntikan air berupa kabut, bukan aliran cairan. Hal ini memungkinkan penguapan akan cepat terjadi dalam proses pembakaran.

Kegunaan utama dari water injection adalah untuk proses pendinginan. Berbeda dengan coolant yang mendinginkan mesin dari luar, water injection mendinginkan mesin dari dalam. Air disuntikkan pada waktu yang presisi yaitu ketika piston berkompresi. Pada mesin dengan kompresi tinggi yang identik dengan mesin dengan tenaga besar, sering kali terjadi fenomena pre-ignition. Kompresi yang tinggi terkadang mengakibatkan timbulnya titik-titik panas di dalam silinder sehingga campuran udara dan bahan bakar terbakar lebih dulu sebelum busi menyala. Hal ini dalam jangka panjang dapat berakibat fatal bagi mesin. Mesin turbocharger dan supercharger dengan boost atau kompresi udara yang besar (dan panas) juga rentan dengan pre-ignition.

Meskipun saat ini sensor knocking (knock sensor) sudah lebih canggih untuk mendeteksi dan menanggulangi pre-ignition namun hasilnya tetap mengurangi daya dan efisiensi bahan bakar. Dengan adanya kabut air yang masuk ke dalam silinder, panas pada saat kompresi dapat ditransfer dengan kabut air yang dingin. Hasilnya, mesin kompresi atau boost turbo tinggi aman dari pre-ignition.

Penyuntikkan air dilakukan pada sistem intake yang membuat udara pada intake lebih dingin. Udara dingin sifatnya lebih pekat sehingga lebih banyak volume udara yang bisa masuk. Semakin banyak udara masuk, maka volume bahan bakar pun bisa ditingkatkan sehingga tentunya tenaga mesin pun dapat terdongkrak instan.

Tapi ada juga nih yang perlu Pria Intersport tahu. Komposisi cairan yang disuntikkan pada sistem water injection bukan hanya air saja. Para tuners seringkali menambahkan alkohol (methanol) yang berfungsi sebagai antifreeze (penahan beku) agar mudah terbakar. Oleh karena itu, proses ini seringkali juga disebut sebagai water-methanol injection. Selain methanol tadi, kadang juga para tuner gemar mencampurkan oli dengan jumlah yang sangat sedikit. Pencampuran tersebut dilakukan untuk mencegah korosi.

Nah, itu tadi beberapa penjelesan tentang asal mula dan cara kerja water injection. Bagi para modifikator dan pebalap drag, semoga membantu. Keep safe, Mas Bro!

SAMPAIKAN KOMENTAR