Apa Sih Racing Line Itu?
21
Sep
2019
0 Comment Share Likes 459 View

Racing line adalah garis imajiner yang digunakan pebalap terutama saat bermanuver di trek berbelok atau cornering. Layaknya garis imajiner, garis ini secara fisik tidak ada wujudnya. Racing line juga ada kok di trek lurus, tapi memang jarang digunakan oleh para pebalap. Di trek lurus, seperti diketahui hanya mengandalkan pedal gas dan power mesin mobilnya saja. Pada belokan, teknik, skill dan tentunya nyali seorang pebalap dipertaruhkan di sini.

Racing line ada tentu ada maksud dan tujuannya, yaitu untuk efisiensi manuver untuk meminimalisir waktu tempuh. Seberapa cepat Mas Bro bisa masuk ke dalam dan ke luar dari sebuah belokan. Racing line juga digunakan untuk melakukan manuver dalam belokan baik itu overtake maupun saat defending.

Perlu diingat, artikel ini ditulis bukan oleh seorang profesional balap. Jadi, di sini hanya penyampaian secara tekstual atas kerja jurnalis mengenai racing line ini saja, ya Mas Bro.

Istilah dan Bagian dari Belokan

Sebelum 'bermanuver' lebih jauh, yuk, kita kenali beberapa istilah dalam racing line. Nah, berikut adalah bagian-bagian dari sebuah belokan yang umum diketahui.

  1. Braking Point (Titik Pengereman). Titik ini merupakan bagian sebelum belokan di mana pengemudi akan mulai melakukan pengeraman untuk mengurangi (deselerasi) laju mobil sebelum masuk ke dalam belokan.
  2. Turn-in Point (Titik Berbelok). Titik ini adalah posisi setelah atau saat pengereman dilakukan di mana pengemudi mulai berbelok, mengarahkan steering mobil memasuki sebuah belokan. Kita bisa berbelok sambil tetap mengerem yang dinamakan dengan teknik Trail Braking.
  3. Apex. Ini adalah titik puncak sebuah belokan yang terletak di bagian sudut dalam belokan. Apex merupakan fase transisi atau perpindahan antara masuk belokan (entry) dan keluar belokan (exit). Setelah mobil menyentuh apex, pengemudi akan menekan kembali pedal gas untuk keluar dari belokan.
  4. Exit Point (Titik Keluar). Titik ini merupakan bagian akhir dari sebuah belokan. Pada titik ini mobil akan dijajal untuk melaju dengan kecepatan penuh (full throttle) alias gaspol.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Racing Line

Dari bagian-bagian belokan yang tadi sudah dijabarkan, maka itu selanjutnya akan bisa membantu pengemudi atau pebalap menentukan racing line mereka. Racing line punya jenis atau bentuk yang tidak hanya satu. Berikut beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan sebuah racing line.

  1. Handling Mobil

Karakter mobil akan mempengaruhi racing line. Ini jelas akan sangat berpengaruh. Apakah mobil pebalap nantinya akan cenderung understeer atau oversteer?

  1. Kekuatan Mobil

Seberapa besar daya (power) mobilnya? Racing line untuk mobil dengan power tidak terlalu besar jelas akan berbeda dengan mobil yang punya tenaga besar.

  1. Kemampuan Rem

Seberapa cepat mobil bisa menurunkan kecepatan (deselarasi) untuk kemudian langsung berbelok? Mobil dengan pengereman yang baik bisa melakukan akselarasi maksimal lalu mengerem dengan cepat sampai pada titik berbelok yang diinginkan.

  1. Jenis Lintasan Sesudah Belokan

Sesudah titik keluar belokan jalur atau lintasan seperti apa selanjutnya? Apakah trek lurus atau akan kembali berbelok ke kanan atau ke kiri? Belokan sedang atau tajam, pokoknya akan sangat mempengaruhi racing line yang akan pengemudi ambil.

  1. Passing

Belokan seringkali menjadi tempat bertarung para pebalap untuk saling menyalip menempati posisi terbaik. Biasanya, di belokan inilah akan sering terjadi overtake, serangan untuk menyalip lawan. Racing line akan tergantung dari posisi mobil yang attacking atau defending ketika berbelok.

Geometri Racing Line

Garis Lintasan Geometris (Geometric Racing Line) merupakan garis lintasan yang melengkung secara geometris mengikuti bentuk dari belokan itu sendiri. Apex pada garis trek ini terletak tepat di tengah bagian sudut dalam belokan.

Garis lintasan geometris menggunakan area bagian luar trek ketika entry dan setelah melewati apex, sehingga mobil juga akan keluar melebar pada bagian luar trek. Meskipun secara matematika, garis lintasan ini merupakan jalur terbaik untuk berbelok tetapi bukanlah selalu garis lintasan yang tercepat. Garis lintasan geometris sering juga disebut dengan istilah classic atau traditional line.

Kelebihan dari garis lintasan geometris adalah sebagai berikut:

  1. Jalur lintasan cenderung mulus dan efisien.
  2. Dapat menjaga momentum mobil dengan baik, terutama sangat berguna untuk mobil dengan tenaga yang tidak terlalu besar.
  3. Mengurangi kemungkinan terjadinya understeer atau oversteer sehingga akan jadi sangat berguna saat lintasan basah akibat kondisi cuaca hujan atau jalan licin.
  4. Lebih menjaga umur ban jadi lebih awet.

Modern Racing Line

Garis lintasan selanjutnya adalah modern racing line. Modern racing line juga kerap disebut sebagai Ideal Racing Line atau Late Apex. Garis lintasan ini sangat ideal digunakan saat balapan.

Pada garis lintasan modern, posisi titik berbelok lebih akhir dibandingkan dengan garis lintasan geometris atau classic line. Dengan begitu, titik apex akan bergeser dari tengah sudut dalam belokan ke arah luar belokan (late apex). Berkat modern racing line, kecepatan entry, masuk ke dalam belokan memang agak sedikit berkurang. Tetapi kecepatan keluar dari belokan akan jauh lebih cepat.

Kelebihan dari garis lintasan modern:

  1. Meningkatkan kecepatan lap time pada mobil yang punya tenaga besar.
  2. Memungkinkan pengemudi lebih cepat menginjak kembali pedal gas.
  3. Sangat efisien untuk belokan sebelum jalur lintasan lurus yang panjang.
  4. Memungkinkan untuk mengerem lebih sebentar (lebih akhir) sebelum masuk belokan, dan ini membutuhkan sistem pengereman mobil yang sangat baik.

Kekurangan dari garis lintasan modern:

  1. Belum tentu jadi line tercepat pada mobil dengan power yang tidak terlalu besar.
  2. Memberikan beban kerja yang besar pada ban sehingga akan mengurangi umur ban lebih cepat.

SAMPAIKAN KOMENTAR