Apa Itu Offset Velg?
25
Feb
0 Comment Share Likes 307 View

Modifikasi mobil bisa bermacam-macam, di antaranya dan paling umum adalah memodifikasi velg. Tidak bisa dipungkiri bahwa mengganti velg merupakan cara tercepat dan efektif untuk mengganti tampilan mobil. Mengganti velg bisa dilakukan dengan mencari desain velg yang lebih menarik atau dengan mengubah ukuran velg OEM (Original Equipment Manufacturer).

Nah, jika ingin mengganti ukuran velg mobil, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya ruang fender. Setiap mobil memiliki ruang fender yang bisa dimaksimalkan hingga 2 inci lebih besar dari velg OEM. Jika velg bawaan memiliki ukurang 15, maka ruang fender bawaan kemungkinan bisa memuat hingga ukuran ring 17.

Anda ingin mengubah velg melebihi ukuran tersebut, biasanya harus mengubah bentuk velg bawaan dengan cara dirobek, dicoak, atau melakukan fender roll.

Lain soal jika hanya memodifikasi velg tanpa merubah ukuran velg bawaan.

Style Mengalahkan Fungsi

Keseluruhan diameter ban dan velg baru yang akan dipasang harus disesuaikan. Namun berbeda halnya jika kita lebih memilih style ketimbang fungsi (form over function). Contohnya, jika ingin mengganti velg yang ukurannya lebih besar satu inci dari ukuran bawaan, maka profil ban baru harus satu inci lebih kecil agar menjaga diameter keseluruhan tetap sama. Begitupun jika mengganti dengan velg yang berukuran lebih kecil. Ini dikenal dengan trik ukuran plus-satu atau minus-satu.

Faktor paling penting dalam memilih dan memasang velg baru adalah offset. Dikenal juga dengan instilah 'ET', yang artiya jarak antara bagian penampang tengah velg dari garis tengah velg. Kalau angka offset velegnya positif, artinya posisi penampang tengah velg cenderung ke sisi luar velg. Sebaliknya jika angka offset velgnya negatif, maka posisi penampang tengah velg cenderung ke bagian dalam velg. Jika nol, maka posisi lubang velg berada tepat pada geris tengah velg.

Agar lebih mudah dalam memahaminya, perhatikan penjelasan berikut :

* Semakin kecil offset velg (negatif), maka bibir velg atau lips terluar akan semakin mendekati atau bahkan keluar dari fender.

* Semakin besar offset velg (positif), maka bibir velg terluar akan semakin ke dalam.

Ketika mengganti velg, offset dapat menjadi faktor paling sulit untuk mendapatkan wheel fitment yang pas dan enak dilihat. Bukan hanya soal estetika, memilih offset yang tepat dapat mencegah risiko rusaknya komponen kaki-kaki mobil dan ban meledak.

Velg bawaan OEM dan velg aftermarket kebanyakan memiliki angka offset posistif agar menjaga bibir terluar velg tetap berada di dalam fender.

Untuk velg dengan offset negatif atau nol biasanya ditawarkan kepada pasar hanya untuk urusan performa dan gaya, baik itu orisinil maupun replika. Semakin negatif angka offset velg, biasanya posisi center face atau tengah velg akan semakin ke dalam yang dikenal dengan istilah deep dish. Alasannya? Asli cuma urusan estetika, bro.

SAMPAIKAN KOMENTAR