Apa Bedanya Supercharger Dengan Turbocharger?
22
Jul
0 Comment Share Likes 752 View

Pria Intersport yang juga para pecinta mobil pasti sudah tidak asing dengan istilah supercharger dan turbocharger. Untuk menambah daya dorongan, biasanya produsen kendaraan akan menambahkan perangkat berupa supercharger atau turbocharger pada mesin mobil. Kedua perangkat ini sama-sama merupakan sebuah sistem forced induction. Namun, supercharger dan turbocharger ternyata memiliki perbedaan. Kedua sistem ini memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Karena merupakan sebuah sistem forced induction, kedua perangkat ini berfungsi untuk mengompresi aliran udara ke dalam mesin yang dapat membuat power pada kendaraan menjadi lebih besar.

Lalu apa bedanya kedua sistem forced induction ini? Nah, daripada bingung, mari langsung dibaca penjelasannya di bawah ini, Bro.

 

APA ITU SUPERCHARGER DAN TURBOCHARGER?

Baik supercharger maupun turbocharger pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu menekan udara ke dalam ruang bahan bakar agar memperoleh kompresi yang tinggi. Tingginya kompresi di ruang mesin ini akan menghasilkan tenaga yang besar. Walaupun serupa, supercharger dan turbocharger ini juga memiliki beberapa perbedaan, sehingga hasil akhirnya juga sedikit berbeda. Pada umumnya, komponen ini sudah built in dari produsen, terutama pada mobil mobil kelas atas.

Kedua sistem forced induction ini diketahui bisa memberikan dorongan tenaga 50 persen lebih besar. Salah satu perbedaan utama pada turbocharger dan supercharger terletak pada power supply-nya. Sumber daya supercharger terletak pada sebuah belt yang terhubung ke mesin. Supercharger akan mengompresi udara dari tekanan atmosfer dan menciptakan dorongan dengan menyuplai udara ke dalam mesin. Supercharger sendiri dapat menghasilkan tenaga hingga 46 persen lebih besar karena peningkatan asupan udara memungkinkan penggunaan bahan bakar yang lebih banyak dalam proses pembakaran. Supercharger bisa berputar dengan kecepatan hingga 50.000 RPM karena terhubung langsung dengan mesin. Perlu diketahui bahwa supercharger tidak memiliki wastegate (sebuah perangkat yang mengatur tekanan di mana gas buang mengalir ke turbin dan membuka atau menutup ventilasi) sehingga asap akan keluar dari supercharger.

Sementara itu, turbocharger menggunakan aliran gas buang untuk energinya. Gas buang akan berjalan melalui turbin yang memutar kompresor. Turbin itu dapat berputar bahkan hingga kecepatan 250.000 RPM. Artinya, putaran turbin turbo itu hampir 30 kali lebih cepat daripada mesin kendaraan biasa. Turbin yang memproduksi dorongan tenaga tidak memerlukan waktu yang lama dan akan langsung membuat kendaraan berlari. Turbocharger memiliki wastegate  sehingga bisa menekan emisi untuk sementara waktu.

Jadi, perbedaan mendasar yang terdapat di antara kedua perangkat ini adalah supercharger mengambil daya dari crankshaft mesin sedangkan turbocharger memanfaatkan gas buang hasil pembakaran mesin.

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Supercharger dan turbocharger memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk supercharger, kelebihannya terletak pada peningkatan tenaga yang besar. Tidak ada gejala Turbo Lag, karena mengandalkan crankshaft, roller dan belt (sabuk pada mesin) yang akan aktif seketika ketika dibutuhkan tenaga lebih. Selain itu, karena kerjanya seketika dan tanpa adanya jeda, maka sangat cocok pada putaran mesin rendah.

Lalu, kekurangan yang ada pada supercharger sendiri antara lain kurang efisien dibandingkan dengan turbocharger, karena untuk menggerakkan roller dan engine belt (sabuk mesin) juga menggunakan tenaga dari mesin. Jadi supercharger meminjamkan tenaga dengan meminjam tenaga dari mesin. Tetapi dengan rasio peningkatan power lebih tinggi dibanding tenaga yang dipinjamnya. Akibat peminjaman tenaga, mesin bekerja lebih berat dan keras, juga peningkatan suhu yang berdampak pada usia pemakaian mesin.

Sementara itu, kelebihan yang terdapat pada turbocharger antara lain memiliki peningkatan tenaga yang signifikan, serta lebih fleksibel karena memiliki berbagai ukuran dan dapat digunakan pada mesin berukuran kecil. Turbocharger juga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, seperti yang sekarang banyak dilakukan industri otomotif dengan mengurangi kapasitas mesin dan menggantikan kehilangan tenaga. Karena kerjanya semakin efektif dengan meningkatnya pasokan udara hasil pembakaran, maka turbocharger fungsinya akan lebih terasa di putaran mesin tinggi.

Kekurangan dari turbocharger adalah dapat terjadinya turbo lag. Turbo lag merupakan jeda atau lag yang ada pada saat turbo akan aktif. Karena adanya proses menunggu dari menginjak gas, pembakaran pun semakin besar dan pembuangan akan menghasilkan aliran angin yang lebih besar. Turbocharger juga akan membutuhkan oli mesin yang lebih banyak karena hasil pembakaran membuat turbocharger cenderung menjadi sangat panas.

 

PERBEDAAN SUPERCHARGER DAN TURBOCHARGER

Selain memiliki perbedaan dari bentuk dan daya yang menggerakkannya seperti yang sudah dijelaskan di atas, supercharger dan turbocharger juga memiliki beberapa perbedaan mendasar lainnya. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Kontruksi mesin

Kontruksi mesin dari supercharger ini sedikit lebih rumit karena adanya penambahan pulley, drive belt, gear, poros turbin dan juga turbin. Dari tonase keduanya, supercharger memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan turbocharger. Sedangkan untuk mesin, turbocharger memiliki kontruksi yang sederhana di antaranya adalah rumah turbo atau housing, turbin, poros turbin dan wastegate.

  1. Responsivitas tenaga mesin

Untuk supercharger,  karena tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan turbin adalah berasal dari putaran mesin, maka responsivitas tenaga yang dihasilkan oleh supercharger ini cenderung rata dan stabil, baik ketika diputaran rendah ataupun putaran atas. Sedangkan pada turbocharger, karena tenaga yang dibutuhkan berasal dari tekanan gas buang mesin, menyebabkan terjadinya jeda waktu untuk memutar turbin dengan maksimal sehingga terasa gas mobil seperti lambat pada awal tarikan. Kendati demikian, turbocharger ini lebih irit bahan bakar jika dibandingkan dengan supercharger.

  1. Resiko kerusakan mesin

Dalam kecepatan tinggi, turbin dari mesin turbocharger diklaim mampu berputar sebanyak 150.000 putaran per menit. Hal ini menyebabkan mesin tersebut membutuhkan sistem pelumasan yang sangat baik. Bila tidak, maka poros turbin akan cepat aus. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam mematikan mesin mobil yang memakai turbocharger. Agar lebih aman, sebaiknya kita memasang alat yang bernama turbo timer yang berfungsi sebagai pengaman agar turbo tidak cepat rusak. Sedangkan untuk mesin supercharger, kita tidak perlu khawatir akan ada masalah serupa.

  1. Tingkat efisiensi bahan bakar mesin

Dari perbandingan keduanya, supercharger terbukti sangat tidak efisien untuk digunakan karena tenaga penggerak supercharger berasal dari putaran poros engkol. Maka, secara otomatis beban mesin menjadi bertambah besar, mengingat komponen supercharger ini dapat menyerap setidaknya 1/3 dari seluruh total tenaga poros engkol. Walaupun memang pada putaran atas tenaga yang dihasilkan dari supercharger ini sangat signifikan, tentu akan mengakibatkan konsumsi bahan bakar yang tinggi. Sementara itu, turbocharger memiliki efisiensi penggunaan bahan bakar yang tinggi karena untuk menggerakkan turbin hanya memanfaatkan tekanan udara dari gas buang yang sudah tidak digunakan lagi.

Nah, sekarang Mas Bro sudah lebih tahu, kan, tentang perbedaan supercharger dan turbocharger? Walaupun kedua sistem ini mempunyai perbedaan yang cukup banyak, mau menggunakan sistem yang manapun bebas, tergantung dengan kebutuhan mobil kita, Bro.

SAMPAIKAN KOMENTAR