Alpina, In-House Tuning Andalan Bmw
25
Sep
2019
0 Comment Share Likes 506 View

Alpina Burkard Bovensiepen GmbH & Co. KG adalah sebuah perusahaan produksi mobil yang berbasis di Buchloe,  di distrik Ostallgäu dari Bavaria, Jerman, yang mengembangkan dan menjual versi performa tinggi dari mobil-mobil BMW.

Alpina menjalin hubungan kerja yang erat dengan BMW dan proses mereka bersatu dengan line produksi dari BMW. Alpina juga diakui oleh German Ministry of Transport sebagai sebuah produsen mobil, bertolak belakang dengan citranya yang lebih kental dengan kesan spesialisasi aftermarket tuner. Contohnya saja, mobil Alpina B7 yang diproduksi pada assembly line yang sama di Dingolfing, Jerman (BMW Plant Dingolfing), seperti 7 Series yang dimiliki oleh BMW. Mesin twin-turbo 4.4-litre V8 milik B7 ini dirakit dengan tangan di markas Alpina yang terletak di Buchloe, Jerman, sebelum dikirim ke parik BMW untuk dipasangkan pada mobil, dan mobil yang sudah selesai dirakit kemudian dikirim kembali ke markas Alpina untuk diberi sentuhan akhir.

 

PERJALANAN PANJANG ALPINA DI DUNIA OTOMOTIF

Cerita perjalanan Alpina dimulai pada tahun 1962 ketika Burkard Bovensiepen mengembangkan sebuah Weber dual carburetor untuk mobil BMW 1500. Karburator ini ternyata mendapat respon yang sangat baik dari banyak media otomotif, dan juga dari sales boss BMW, yakni Paul G. Hahnemann. Pada tahun 1964, BMW memberikan sertifikasi atas kualitas produk buatan Alpina dengan memberikan garansi pabrik penuh pada kendaraan pabrikan BMW yang menggunakan sistem Alpina. Alpina Burkard Bovensiepen KG sendiri berdiri pada tanggal 1 Januari 1965 di Kaufbeuren, Bavaria. Awalnya, perusahaan tersebut hanya memiliki delapan orang pegawai.

Meskipun Alpina memulai usahanya dengan memproduksi mesin pengetik, Alpina sempat hampir bangkrut di akhir tahun 1960-an akibat mencoba untuk pindah usaha ke industri tekstil. Pada tahun 1965, Burkard mendirikan sebuah bisnis tuning BMW, menyusul kesuksesannya dengan berinvestasi di pasar saham. Dia memulai bisnis tuningnya di sebuah gedung yang merupakan pabrik asli dimana mesin pengetik Alpina dibuat. Perusahaan tersebut merakit karburator dan memperbaiki serta memperbarui cylinder head. Pada tahun 1970, dengan sekitar 70 orang pegawai, markas Alpina berpindah tempat dari lokasi yang awalnya di Kaufbeuren, menjadi ke Buchloe.

Pada tahun pertamanya, Alpina  mematenkan core competency tuning carburetors dan crankshafts untuk mengekstrak lebih banyak tenaga dari mesin-mesin BMW, elemen-elemen yang pada akhirnya mendefinisikan logo perusahaan tersebut yang kemudian diresmikan pada tahun 1967.

Di antara tahun 1968 dan 1977, mobil-mobil buatan Alpina memiliki performa yang sangat baik saat dipakai dalam sejumlah kompetisi. Mereka paling bersinar di tahun 1970, saat mobil dari tim Alpina memenangkan European Touring Car Championship, yaitu German Hillclimb Championship, rally dan track racing championship, dan balapan prestisius Spa 24 Hours. Alpina secara resmi berhenti dari dunia balap pada tahun 1988 karena pelarangan dan pembatasan kapasitas. Karena itu, mereka akhirnya mulai untuk memproduksi set baru untuk mobil BMW Alpina.

 

KEUNIKAN DAN KARAKTERISTIK DARI ALPINA

Fitur unik dari mobil-mobil produkan Alpina adalah fakta bahwa model-model ini benar-benar diproduksi dengan dirakit menggunakan tangan. Proses produksinya meliputi melakukan tuning yang baik pada mesin, mengirimnya ke pabrik BMW, mengombinasikan mesin dan bodinya di sana, kemudian membawanya kembali ke markas Alpina untuk peningkatan interior menggunakan kulit dari Alpina, dan lagi-lagi, proses ini menggunakan tangan sehingga hanya memungkinkan sedikit unit saja dibuat. Selain mesin dan interior, Alpina juga mengoptimalkan transmisi dan memproduksi sebuah button-shifter yang disebut Switch-Tronic pada sebagian besar mobil dengan paddle shifter yang digunakan pada B4 S Edition 99. Hal ini memiliki alasan historisnya tersendiri, karena Alpina merupaka yang pertama kali melakukan mount shifting buttons pada setir mobil. Karakteristik lain yang tampak unik jika dilihat dari bagian luarnya adalah ban 20-spoke alloy dengan valve yang tersembunyi di bawah center cap, serta skema warna "Alpina Blue atau Green” yang menggunakan cat metalik. Di bagian dalamnya, bahan-bahan terbaik juga digunakan untuk menampilkan kesan eksklusif. Pola warna biru dan hijau juga banyak digunakan pada bagian-bagian interior, misalnya saja pada jahitan di bagian kulit.

Jika dibandingkan dengan mobil-mobil BMW M pada umumnya, mobil-mobil buatan Alpina lebih menekankan pada kemewahan berkendara, torsi yang lebih tinggi, dan memiliki transmisi otomatis Alpina-style shiftable ZF mereka sendiri, alih-alih menggunakan transmisi manual atau semi otomatis. Contohnya saja, jika kita melihat varian performa tinggi dari BMW E60 5 Series, mobil B5 menawarkan performa yang berbeda dan bagaimana cara mendapatkan performa tersebut pun berbeda. Tidak seperti M5 milik BMW M yang naturally aspirated, high-revving 5.0L V10, mobil Alpina B5 menggunakan mesin supercharged 4.4L V8 yang memproduksi tenaga kuda yang besarnya hampir sama dan torsi yang lebih besar pada rpm yang lebih rendah.

Mobil Alpina C1 sendiri merupakan mobil yang berbasis dari E21 323i, dan pada model-model yang paling awal keluar, mobil ini menyediakan performa superior dari mobil yang belum dimodifikasi. Mobil Alpina C1 2.3 juga diklaim dapat menghasilkan tenaga hingga 125 kW (168 hp) dan torsi 225 Nm (166 lb-ft). Kemampuan akselerasi dari 0–100 km/jam (0-62 mph) bisa ditempuh dalam waktu 7,8 detik. Sedangkan untuk kecepatan maksimalnya, mobil ini bisa mencapai kecepatan di angka 213 km/jam (132 mph). Tenaga tambahan juga didapatkan berkat pemasangan Mahle piston khusus, juga adanya sistem exhaust dan ignition yang khusus. Hanya ada sekitar 35 unit mobil Alpina C1 yang pernah dirakit dan diproduksi, membuat mobil ini menjadi salah satu model mobil Alpina yang paling langka yang pernah dibuat. Saat BMW merilis mobil 325i, Alpina merespon dengan membuat mobil Alpina C2 2.5, dan model 2.7 yang selanjutnya diklaim dapat menghasilkan tenaga antara  190 hingga 210 hp (142–157 kW). Mobil tersebut juga mendapatkan peningkatan fungsi rem dan suspensi.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR