Akira Nakai, Otak Dibalik Rauh-Welt Begriff
16
Jun
2019
0 Comment Share Likes 1486 View

Pria Intersport yang suka modifikasi pasti sudah tidak asing dengan bodykit-bodykit dari Jepang. Kalau sebelumnya kita sudah membahas tentang Rocket Bunny dan Liberty Walk, maka kali ini kita akan membahas salah satu produk bodykut yang lagi-lagi datang dari Jepang, yaitu RAUH-Welt BEGRIFF atau lebih dikenal dengan sebutan RWB. Konon, RWB ini sangat erat kaitannya dengan drifting. Nah, langsung saja kita cari tahu lebih lanjut, yuk!

 

AKIRA NAKAI, FOUNDER RWB

 

RAUH-Welt Begriff atau RWB adalah salah satu merek bodykit keluaran Jepang yang didirikan oleh Akira Nakai, yang merupakan ketua geng Rough World. Rough World  sendiri adalah geng mobil drift di Ibaraki, Jepang, yang sangat terkenal di dalam dunia street drift racing di pegunungan Tsukuba. Gaya mobil yang mereka usung adalah mobil ceper, ban lebar, serta camber yang ekstrim. Gaya ini dikenal dengan nama “Rough Style”. Kebanyakan mobil yang mereka miliki saat itu adalah AE86 dan Mark II dengan tampilan garang.

Tidak hanya dari segi gaya, para anggota Rough World juga terkenal dengan keahlian mereka dalam drifting dengan kecepatan tinggi. Mereka menaklukkan track pegunungan Tsukuba dan area pegunungan lain yang ada di sekitarnya. Salah satu anggota Rough World yang bernama Kazuhiro Tanaka bahkan menjadi seorang drifter profesional di D1 Grand Prix. Geng mobil drift yang satu ini juga dikenal sebagai geng AE86 yang legendaris di Jepang. Akira Nakai pun menggunakan mobil iconic AE86 sebagai mobil drift andalan.

 

Pada masa itu, Akira Nakai dianggap sebagai trendsetter dalam trend mewarnai velg dan ban mobil, merubah fender, dan modifikasi lainnya pada AE86 yang masih menjadi gaya modifikasi mobil drift hingga saat ini.

Tahun 90-an adalah awal perkenalan RWB dengan Porsche. Ia membeli Porsche pertamanya, yaitu Porsche 930 pada usia 28 tahun. Mobil ini lalu ia modifikasi dan menjadi mobil RAUH-Welt BEGRIFF yang pertama. Sama seperti mobil RWB lainnya yang diberikan sebuah nama, 930 ini bernama Stella Artois yang merupakan merk bir favorit dari Akira Nakai.

 

KARAKTER RAUH-Welt BEGRIFF

 

RAUH-Welt BEGRIFF mengusung gaya modifikasi yang sebenarnya bisa kita jumpai juga pada gaya klasik Bosozoku. TRA Kyoto (Rocket Bunny) dan Liberty Walk pun terinspirasi dari gaya ini, tetapi keduanya memadukannya dengan mobil-mobil yang lebih modern sedangkan RWB hanya fokus pada mobil Porsche.

Sejarah Rough World yang kemudian melahirkan RWB dan karisma dari sosok Akira Nakai adalah beberapa faktor tambahan yang menambah nilai RWB sehingga merek ini menjadi sangat populer. Seni dan budaya asal Jepang yang kental terasa di dalam mobil-mobil hasil modifikasi RWB ini juga menjadi keunikan dan nilai tambah yang kuat bagi para penggemar modifikasi. Tetapi dari sekian banyak faktor yang ada, faktor yang paling berpengaruh adalah cara yang digunakan RWB untuk memasarkan service jasa modifikasinya.

 

RWB mengusung “One Car Built For One Individual” sebagai tagline mereka, dengan harapan setiap konsumen dari RWB memiliki kebanggaan tersendiri atas mobil modifikasi yang mereka miliki. Terlebih semua produk RWB dibuat langsung oleh Akira Nakai serta dirakit dan dipasangkan langsung olehnya. Pelanggan akan ditanyai oleh Akira Nakai untuk mendapatkan karakter modifikasi yang sesuai dengan gaya pelanggan tersebut. Baru setelah itu bodykit akan dibuatkan dan dikirim. Lalu Akira Nakai akan pergi ke tempat pelanggannya dan memasangkan bodykit tersebut.

Proses pemasangan yang dilakukan langsung oleh Akira Nakai ini membuat konsumen senang karena dapat dikunjungi dan bertemu dengan pendiri RWB. Dapat menyaksikan Akira Nakai beraksi secara langsung dalam memodifikasi mobilnya membuat kita mendapat pengalaman tersendiri dan menjadi daya tarik bagi produk RWB.

Hal ini kemudian membuat RWB menjadi semacam pergerakan, klub atau geng mobil dengan skala internasional. Para penggemar RWB menyebar di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, di Malaysia terdapat workshop sekaligus museum yang didedikasikan untuk RWB dan Akira Nakai.

 

BODYKIT RWB DAN PROSES PEMESANANNYA

 

Jika kita memesan paket RWB kit yang akan digunakan untuk modifikasi, kita akan mendapatkan paket bodykit yang terdiri dari beberapa jenis dan pilihan. Jenis bodykit yang tersedia antara lain terdiri dari wide race, wide street, widebody, dan narro style(narrow). Sedangkan paket utama terdiri dari bodykit, wing, dan velg.

Untuk paket bodykit seharga sekitar Rp370 jutaan, biasanya terdiri dari bumper depan-belakang, side rockers, fender depan-belakang, dan beberapa part kecil lainnya. Wing bisa berupa GT-2 atau 3.8 wing seharga Rp18 juta, atau ducktail seharga Rp10 juta. Dan untuk velg-nya sendiri, RWB menggunakan Work Wheels atau SSR dengan spek 18″ lebar 10,5 dan 12/13 seharga Rp82 juta.

RWB menyediakan pilihan paket yang terdiri dari suspensi dan champion wing. Suspensi menggunakan KW atau Aragosta System seharga Rp134 jutaan sedangkan untuk Champion wing harganya sekitar Rp18 jutaan.

 

Selain paket-paket tersebut, RWB juga menyediakan paket pilihan spesial yang terdiri dari champion wing, kamiwaza (double decks wing) senilai Rp24 juta, fender wing Rp18 juta, rotana style extended long carnards Rp12 juta, dan sticker RWB lettering di bagian bagasi Rp9 juta. Paket utama (tanpa suspensi) yaitu bodykit, wing, dan velg totalnya dibanderol dengan harga sekitar Rp470 juta. Jika digabungkan dengan suspensi maka menjadi Rp552 juta, dan jika menggunakan tambahan paket spesial pilihan seperti fender wing, long carnards, dan sticker totalnya menjadi sekitar Rp591 juta.

Biasanya, jika kita ingin memodifikasi mobil kita dengan bodykit RWB, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan. Pertama, kita menentukan RWB style atau gaya modifikasi yang kita inginkan, baru kemudian menghubungi Akira Nakai melalui situs resminya dan berdiskusi mengenai gaya modifikasi yang kita inginkan tersebut. Setelah menemukan konsep modifikasi yang disepakati, kita kemudian melakukan pembayaran melalui transfer pada rekening bank di Jepang.

Nantinya, Akira Nakai akan membuatkan paket yang kita pesan dan biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan atau bisa sampai satu tahun, tergantung dari banyaknya antrian. Paket yang sudah selesai akan dikirimkan kepada kita dari Jepang. Proses ini biasanya memakan waktu 1-2 bulan. Akira Nakai juga akan memberikan tanggal pengerjaan untuk mobil kita.

Bodykit RWB yang sudah diterima harus kita siapkan untuk proses pemasangan, terutama pengecatan bodykit untuk disesuaikan dengan warna mobil kita. Akira Nakai kemudian akan datang dari Jepang dan melakukan proses instalasi RWB kit tersebut pada mobil kita.

 

RWB DAN SEGALA KONTROVERSINYA

 

Kepopuleran memang selalu memiliki resiko, begitu juga dengan RWB. Kepopuleran yang dimilikinya ternyata tidak lepas dari berbagai kontroversi. Modifikasi yang sangat erat kaitannya dengan style, dan hal ini yang membuat hasil karya Akira Nakai menjadi salah satu topik perdebatan yang hangat di kalangan para car enthusiast, terlebihi yang dimodifikasi adalah mobil Porsche yang merupakan mobil sport compact yang citranya dekat dengan desain yang estetik.

Kompetitor RWB, Liberty Walk pun menuai berbagai kritikan dalam memodifikasi mobil high-end seperti misal Ferrari, Mclaren, dan Lamborghini. Tetapi kontroversi yang diterima RWB ternyata jauh lebih besar, karena ia berani memodifikasi Porsche klasik yang lebih memiliki nilai yang tinggi dibanding Porsche biasa.

Bagi sebagian orang, hal yang dilakukan oleh Akira Nakai memang bukan hal baru. Mereka yang mencibir RWB beranggapan bahwa Akira Nakai bukanlah seorang tuner, apalagi untuk mobil Porsche. Modifikasi RWB dikenal memang menitikberatkan pada gaya dibanding performa. Hal ini juga yang sering menjadi perbandingan RWB dengan tuner mobil Porsche yang lainnya, misalnya RUF atau BBi, yang memang bukan hanya memodifikasi aero, tetapi juga engine, braking system atau suspensi.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang beredar di masyarakat, harus diakui bahwa Akira Nakai memang seorang expert tuner. Akira Nakai sendiri tak pernah ambil pusing dengan kontroversi yang beredar, karena menurutnya, hal yang paling penting adalah ia mencintai dan menikmati apa yang ia lakukan dengan mobil-mobil yang ia tangani, dalam hal ini mobil Porsche. Salut!

SAMPAIKAN KOMENTAR