5 Supercar Paling Gagal yang Pernah Ada
01
Dec
0 Comment Share Likes 207 View

Di era tahun 1980-an atau 1990-an, poster-poster dari Lamborghini Countach, Porsche 959, dan Ferrari Testarossa menempel di banyak dinding kamar anak laki-laki. Semua menyukai supercar dengan penampilan yang eksotis, performa yang buas, dan harga yang tak terbayangkan.

Sekarang, Nissan GT-R sudah bisa mengalahkan deretan supercar pada masa itu dengan mudahnya. Meskipun, GT-R sendiri bukanlah supercar. Jadi jelas, performa saja tidak cukup, bro. Selain itu, tampilan yang eksotis juga tidak jaminan sebuah mobil disebut sebagai supercar. Contohnya Ferrari California, desainnya eksotis, tapi bukan disebut supercar.

Supercar sendiri merupakan gabungan dari desain, akselerasi, top speed, handling, power-to-weight ratio, gaya, kelangkaan, harga, dan lainnya. Memang susah untuk mendeskripsikan supercar. Tak heran banyak pabrikan mobil yang juga salah akan hal ini, bro. Berikut ini ada deretan 5 supercar paling gagal yang pernah ada!

 

  1. AIXAM MEGA TRACK

Pada tahun 1992, Aixam, sebuah perusahaan asal Perancis yang membuat plastic microcars, memutuskan untuk mulai membuat supercar. Kemudian, mereka mempunyai ide untuk membuat supercar dengan bobot 5.000 lbs dengan 4-wheel drive dan kemampuan off-roading, dan jadilah Aixam Mega Track.

Didukung oleh mesin Mercedes V12 394 hp, Mega Track mampu mencatatkan waktu 0 hingga 60 mph hanya lebih dari 5 detik dan kemudian mencapai kecepatan tertinggi 155 mph. Di atas kertas, Aixam mungkin benar-benar tampak seperti ide yang bagus, masalahnya adalah ketika menciptakan sesuatu yang dunia belum pernah lihat sebelumnya, ada peluang kegagalan yang jauh lebih besar. Aixam mempelajari kegagalan mereka dan sekarang kembali membuat plastic microcars.

 

  1. CIZETA V16T
    Inilah yang didapat ketika beberapa desainer Italia berkumpul dan mulai membangun supercar. Hasilnya adalah Cizeta V16T, bro. Supercar yang satu ini menyerupai Lamborghini Diablo, tapi dengan lampu pop-up ganda. Wajar saja desainnya seperti Diablo. Pasalnya, Gandini, salah satu pendiri Cizeta, adalah mantan desainer untuk Lamborghini. Sementara V16T mengambil basis pada salah satu desain Diablo yang ditolak oleh Lamborghini.

V16T mendapat namanya dari mesin V16 transversal, yang pada kenyataannya adalah 2 mesin V8 dalam satu blok. Anehnya, itu tidak mengungguli Diablo, tetapi harganya yang mengungguli Diablo. Setelah empat tahun, Cizeta hanya membangun 19 mobil, yang berarti mereka harus menutup perusahaan mereka.

Halaman selanjutnya

 

  1. VENTURI ATLANTIQUE
    Satu lagi perusahaan asal Perancis yang gagal membangun supercar, yakni Venturi. Mereka membuat Venturi Atlantique dengan body fiberglass yang diproduksi dari 1991 hingga 2000. Meski memiliki desain yang stylish, sayangnya mesinnya tidak cocok dengan tampilannya. Atlantique mengandalkan mesin 2.8 liter twin-turbo V6 yang hanya menghasilkan sekitar 260 hp.

Butuh 5,2 detik untuk mencapai 0-60 mph dan top speed mencapai 167 mph juga bukan sesuatu yang spesial. Terutama di segmen supercar di mana persaingan ketat dan performa adalah segalanya. Angka penjualan juga sama buruknya dengan performa mobil, kurang dari 700 unit yang dibuat, dan pada tahun 2000 Venturi akhirnya menyatakan kegagalan finansial.

 

  1. VECTOR M12
    Pria Intersport belum pernah mendengar tentang Vector M12? Bukan salah loe, mobil ini memang hanya dibuat segelintir. M12 menggunakan mesin V12 dari Lamborghini, yang terdengar seperti konsep yang luar biasa. Sayangnya, M12 terlihat bagus dari jauh tetapi jauh dari kata bagus. Jika diperhatikan dari dekat, kualitas dari body kitnya seperti mobil murahan.

Ternyata apa yang mereka lakukan, pada dasarnya hanya meregangkan Lamborghini Diablo dan menutupinya dengan panel bodi dari fiberglass. Tidak seperti apa yang diinginkan pembeli supercar untuk menghabiskan uang mereka. Pada tahun 1999, perusahaan otomotif ini pun bangkrut karena kurangnya penjualan.

 

  1. MOSLER CONSULIER GTP
    Mosler Consulier GTP diproduksi sejak 1985 hingga 1993, lalu di-branding ulang dua kali sebelum akhirnya digantikan di tahun 2001. Consulier GTP adalah mobil road-legal pertama yang menggunakan sasis composite monocoque dan body carbon-kevlar. Secara teori memang bagus, tapi nyatanya hanya terjual kurang dai 100 unit. Kemungkinan besar karena desainnya, interior yang sangat standar, dan harganya yang enggak masuk akal pada masanya.

Tapi di ajang balap, Consulier merupakan mobil balap yang hebat. Saking hebatnya, mobil ini bahkan sampai dilarang untuk ikut balapan lagi. Hal ini juga tidak membantu penjualan. Ditambah lagi, Consulier pernah bersaing dengan Car & Driver, dimana mereka bertaruh $ 25.000 bahwa tidak ada mobil produksi massal yang bisa mengalahkan Consulier. Nyatanya, Car & Driver berhasil mengalahkan Consulier, hanya dengan Corvette standar.

1 2
SAMPAIKAN KOMENTAR